Seiring dengan tumbuhnya populasi muslim di
Indonesia, kebutuhan masyarakat terhadap hunian/tempat tinggal islami pun semakin
besar.
Menjawab fenomena ini, Pengurus Pusat Masyarakat
Ekonomi Syariah Komite Bidang Properti, Konstruksi & Infrastruktur
bekerjasama dengan Asosiasi Bank Syariah Indonesia dan Ikatan Arsitek Indonesia
menggelar acara Focuss Group Discussion tentang Hunian Islami pada hari Kamis
(19/12).
Acara yang digelar di Kantor Bank Indonesia Jawa
Barat ini dihadiri oleh Pengurus Masyarakat Ekonomi Syariah Komite Bidang
Properti, Konstruksi & Infrastruktur serta perwakilan dari DSN-MUI, DPbS
BI, Akademisi, Para Arsitek dan Developer. (Baca juga: dekorasi dinding kaligrafi ayat kursi)
FGD ini bertujuan antara untuk memberikan
gambaran tentang penerapan prinsip syariah dalam sektor property kepada para
arsitek dan developer serta mengedukasi dan mendorong masyarakat terutama keluarga muslim
untuk memilih hunian berkonsep Islami.
Para tokoh yang hadir dalam diskusi ini antara
lain Bapak. Zaenal Aripin (Ketua Umum PW MES Jabar/Direktur Bank BJB), Bapak.
Yusran (mewakili tuan rumah Kantor Bank Indonesia Jawa Barat), Bapak. H.
Mardini (Ketua Komite Bidang Properti, Konstruksi dan Infrastruktur Pengurus
Pusat MES), Bapak. Bambang Setia Budi (Akademisi ITB), dan Bapak. Fauzan T.
Noe’man (Anggota Komite Bidang Properti, Konstruksi dan Infrastruktur Pengurus
Pusat MES).
Banyak hal tentang hunian islami yang dibahas
dalam grup diskusi ini antara lain tentang kaidah-kaidah arsitektur islami,
kriteria hunian islami, serta kaitan antara Islam dengan arsitektur. Diskusi
berlangsung hangat dan aktif. Para arsitek maupun developer yang hadir banyak
yang mengaku baru tau tentang hunian islami. Ardi, pemilik Hotel Willson
Bandung yang menjadi salah satu peserta dalam diskusi tersebut mengaku sangat
tertarik dengan konsep hunian islami.
“Saya berharap agar forum diskusi yang membahas hunian islami ini bisa berlangsung secara kontinyu. Forum ini justru harus diselenggarakan sebelum tahap pembangunan hunian islami dilaksanakan,” ujarnya.
Ardi berencana untuk menerapkan konsep hunian
islami ini ke dalam salah satu hotel yang sedang dalam tahap pembangunan.
“Saya akan melakukan penyesuaian terhadap
pembangunan Noor Hotel Bandung yang sudah masuk dalam tahap konstruksi lantai
satu. Pembangunan hotel ini terpaksa saya harus stop untuk sementara waktu
karena konstruksinya akan menyesuaikan konsep hunian yang Islami.”
Ardi berencana akan menjadikan Noor Hotel
Bandung sebagai prototype pembangunan hunian islami lainnya yang akan dikelola
oleh pihak manajemennya. Berdasarkan rencana yang sudah dibuat, Noor Hotel
Bandung yang saat ini tengah dalam konstruksi menyesuaikan konsep hunian islami
akan diresmikan pada September 2014 mendatang.
Sumber:
http://www.dakwatuna.com/
No comments:
Post a Comment